Adapun yang menjadi
ciri masyarakat desa antara lain :
- Didalam
masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam
dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas
wilayahnya.
- Sistem
kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
- Sebagian
besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
- Masyarakat
tersebut homogen, seperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat,
dan sebagainya
- Kehidupan
didesa masyarakatnya masih memegang teguh keagamaan atau adat dari leluhur
mereka.
- Warga
pedesaan lebih condong saling tolong-menolong tidak hidup individualism
- Warga
pedesaan mayoritas memiliki pekerjaan sebagai petani.
- Fasilitas-fasilitas
masih sulit ditemukan dipedesaan
- Warganya
masih sulit untuk menerima hal baru atau mereka tertutup dengan hal-hal yang
baru.
Desa memimiliki beberapa fungsi diantaranya:
- Sebagai Hinter
land atau daerah dukung berfungsi sebagai daerah pemberi bahan makanan
pokok
- Ditinjau
dari segi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah (raw Material)
- Ditinjau
dari mata pencahariannya, desa dapat merupakan desa agraris, desa industri,
desa nelayan dan lain sebagainya.
Gejala Masyarakat Pedesaan
a) Konflik ( Pertengkaran)
Ramalan orang kota
bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang
tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah
penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu
berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini
menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan
terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering
terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi
biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke
luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar
pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya.
b) Kontraversi (pertentangan)
Pertentangan ini bisa
disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi
atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat
biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan
masyarakat.
c) Kompetisi (Persiapan)
Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan
adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang
antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena
itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila
persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan
produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya
berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya
melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya
menambah ketegangan dalam masyarakat.
d) Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang
tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi
jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa
aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.
Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerja lebih
keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para
ahli. Karena pada umumnya masyarakat sudah bekerja keras.
Tetapi para ahli lebih untuk memberikan
perangsang-perangsang yang dapat menarik aktivitas masyarakat pedesaan dan hal
ini dipandang sangat perlu. Dan dijaga agar cara dan irama bekerja bisa efektif
dan efisien serta kontinyu (diusahakan untuk menghindari masa-masa kosong
bekerja karena berhubungan dengan keadaan musim/iklim di Indonesia).
Ciri masyarakat desa:
o Interaksi antar masyarakat
o Adat istiadat norma hukum
dan aturan khas yang mengatur tingkah laku warga
o Suatu kontinyuitas dalam
waktu tertentu
o Suatu identitas yang kuat
mengikat semua warga
Ciri-ciri
fisik desa
o Jumlah penduduk tidak lebih
dari 1000 orang
o Sebagian besar tanahnya
tanah pertanian,kecuali desa nelayan
o Tidak
terlalu di sibukan dengan kendaraan roda empat di desa relative dari jalan batu
dan tanah
Ciri-ciri
masyarakat desa
o Hubungan warganya sangat
erat
o System kehidupan kelompok
berdasarkan system kekeluargaan
o Pada umumnya hidup dari
hasil pertanian
o Cara bertani belum mengenal
mekanisme pertanian
o Golongan
orang tua memegang peranan penting karena itu sukar mengadakan perubahan-perubahan
yang nyata pada umumnya golongan tua di golongkan pada tradisi yang kuat mereka
ini di sebut pimpinan formal.
o System pengendali sosial
sangat kuat sehingga perkembangan jiwa individu sangat sukar di kembangkan
o Rasa persaudaraan yang
sangat kuat sekali anatara warganya saling mengenal dan saling menolong.
Tapi di era globalisasi
sekarang ini ciri ciri tersebut sudah banyak yang mengalami perubahan dan dalam
sosiologi tidak pernah mengenal kata mutlak. dalam pelaksanaannya kita harus
memperhatikan peraturan di desa tersebut lakukan semata mata
menghormati adat istiadat yang telah ada dan kita dapat di terima sebagai
warganya. Sosiologi akan terasa apabila kita sudah terjun langsung kedesa dan
berada di lingkungan pedesaan. bagaimana sebenernya menjadi orang desa akan
kita rasakan dan bias kita resapi denganbaik jika kita telah mengalami sendiri
kesederhanaan yang mereka memiliki patut menjadi teladan bagi kita.
MASYARAKAT
PERKOTAAN
Kota adalah suatu
pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang
heterogen kedudukan sosialnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi
sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar. Dari beberapa pendapat secara
umum dapat dikatakan mempunyani ciri-ciri mendasar yang sama. Pengertian kota
dapat dikenakan pada daerah atau lingkungan komunitas tertentu dengan tingkatan
dalam struktur pemerintahan.
Masyarakat
perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih
ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda
dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada
masyarakat kota yaitu :
1. Kehidupan
keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
2. Orang
kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada
orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di
kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan
kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
3. Jalan
pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan
bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor
kepentingan daripada factor pribadi.
4. Pembagian
kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang
nyata
5. Kemungkinan-kemungkinan
untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada
warga desa
6. Interaksi
yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa
factor pribadi
7. Pembagian
waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan
individu
8. Perubahan-perubahan
sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam
menerima pengaruh dari luar.
9. Kehidupan
keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang
kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
10. Orang
kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada
orang lain (Individualisme).
11. Pembagian
kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang
nyata.
12. Kemungkinan-kemungkinan
untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
13. Perubahan-perubahan
tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima
pengaruh-pengaruh dari luar.
Masyarakat Kota:
1).
Perilaku heterogen
2).
Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3). Perilaku yang berorientasi pada
rasionalitas dan fungsi
4).
Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).
Kebauran dan diversifikasi kultural
6).
Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7). Individualisme
Interaksi
Desa-Kota
Interaksi dapat
diartikan sebagai hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi sehingga
menghasilkan efek bagi kedua belah pihak. Hubungannya dengan desa dan kota,
interaksi kedua tempat ini dipengaruhi oleh munculnya keinginan untuk memenuhi
kebutuhan dari kedua tempat.
Pola interaksinya tidak
hanya terbatas pada faktor ekonomi saja tetapi lebih dari itu pola interaksinya
berlangsung dalam seluruh aspek kehidupan. Selain itu, interaksi ini akan
memunculkan gerakan penduduk dari kedua tempat sebagai bentuk nyatanya. Pola
pergerakan penduduk dari desa ke kota atau sebaliknya dapat dengan mudah
dipelajari melalui pendekatan keilmuan geogafi.
Karena pada dasarnya,
pergerakan manusia tidak akan pernah luas dari aspek keruangan yang di dalamnya
terkandung berbagai unsur baik unsur fisik, sosial, ekonomi, dan budaya.
Sehubungan dengan adanya pola hubungan ini,
Mungkin kalian sekarang
sudah mulai paham isi dari sinopsis yang menyatakan kalau desa dan kota itu ada
hubungan. Hubungan ini dinamakan dengan interaksi wilayah yaitu wilayah desa
dan Kota. Jadi menurutmu apa yang dimaksud dengan interaksi wilayah ( Spatial
Interaction) Interaksi wilayah (Spatial Interaction) adalah hubungan timbal
balik yang saling mempengaruhi antara dua wilayah atau lebih, yang dapat
melahirkan gejala, kenampakkan dan permasalahan baru, secara langsung maupun
tidak langsung, sebagai contoh antara kota dan desa.
Dari definisi tersebut
dapat disimpulkan bahwa interaksi antar wilayah memiliki tiga prinsip pokok
sebagai berikut :
1. Hubungan timbal – balik terjadi
antara dua wilayah atau lebih
2. Hubungan timbal balik mengakibatkan
proses pengerakan yaitu :
- Pergerakan manusia (Mobilitas Penduduk)
- Pergerakan informasi atau gagasan,
misalnya : informasi IPTEK, kondisi suatu wilayah
- Pergerakan materi / benda, misalnya
distribusi bahan pangan, pakaian, bahan bangunan dan sebagainya
3. Hubungan timbal balik menimbulkan gejala,
kenampakkan dan permasalahan baru yang bersifat positif dan negatif, sebagai
contoh :
- Kota menjadi sasaran urbanisasi
- Terjadinya perkawinan antar suku dengan
budaya yang berbeda
4. Aspek Interaksi Desa – Kota
- Di antara kalian ada yang bisa
menyebutkan aspek–aspek interaksi desa – kota? Dalam interaksi desa – kota
terdapat beberapa aspek penting yang timbul akibat interaksi tersebut. Aspek
interaksi desa – kota adalah sebagai berikut:
Aspek Ekonomi, meliputi :
- Melancarkan hubungan antara desa dengan kota
- Meningkatkan volume perdagangan antara
desa dengan kota
- Menimbulkan perubahan orientasi ekonomi
penduduk desa
Aspek Sosial, meliputi :
- Terjadinya mobilitas penduduk desa dan
kota
- Terjadinya saling ketergantungan antara
desa dengan kota
- Meningkatnya wawasan warga desa akibat
terjalinnya pengaruh hubungan antara warga desa dengan warga kota
Aspek Budaya meliputi
:
- meningkatnya pendidikan di desa yang
ditandai dengan meningkatnya jumlah sekolah dan siswanya yang bersekolah
- Terjadinya perubahan tingkah laku
masyarakat desa yang mendapatkan pengaruh dari masyarakat kota
- Potensi sumber budaya yang terdapat di
desa hingga melahirkan arus wisatawan masuk desa
Manfaat
Interaksi Desa – Kota
Manfaat dengan adanya
interaksi desa – kota? Dengan adanya interaksi desa – kota dapat memberikan
beberapa manfaat bagi desa maupun bagi kota, diantaranya :
1. meningkatnya hubungan sosial ekonomi
antara penduduk desa dan kota
2. pengetahuan penduduk desa meningkat
3. dapat menumbuhkan arti pentingnya
pendidikan bagi penduduk desa
Ciri-ciri
Masyarakat Kota dan Desa.
Masyarakat Kota :
- Kehidupan keagamaan berkurang
dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
- Orang kota pada umumnya dapat mengurus
dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini
adalah manusia perorangan atau individu.
- Pembagian kerja di antara warga-warga
kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
- Kemungkinan-kemungkinan untuk
mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga
desa.
- Interaksi yang lebih banyak terjadi
berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
- Pembagian waktu yang lebih teliti dan
sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan ndividu.
- Perubahan-perubahan sosial tampak dengan
nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
Masyarakat Desa :
- Mempunyai pergaulan hidup yang saling
kenal mengenal antara ribuan jiwa.
- Ada pertalian perasaan yang sama tentang
kesukuan terhadap kebiasaan.
- Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris
yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam sekitar seperti : iklim, keadaan
alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat
sambilan.
- Didalam masyarakat pedesaan di antara
warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan
dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
- Sistem kehidupan umumnya berkelompok
dengan dasar kekeluargaan.
- Sebagian besar warga masyarakat pedesaan
hidup dari pertanian.
- Masyarakat tersebut homogen, seperti
dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya.
PERBEDAAN
MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
1.
jumlah dan kepadatan penduduk 6.
lingkungan hidup
2.
mata pencaharian 7. corak
kehidupan sosial
3.
stratifikasi sosial 8. mobilitas
sosial
4.
pola interaksi sosial 9.
solidaritas sosial
5.
kedudukan dalam hierarki administrasi nasional
1. Lingkungan
Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat
dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di
desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan
penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
2. Pekerjaan
atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah
bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa
daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
3. Ukuran
Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
4. Kepadatan
Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn
kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya
berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
5. Homogenitas
dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis,
bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa
bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya
heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa,
penduduk di kota lebih heterogen.
6. Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen
dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi
Sosial.
7. Pelapisan
Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida
terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas
menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial
yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
- pada masyarakat kota aspek kehidupannya
lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
- pada masyarakat desa kesenjangan antara
kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
- masyarakat perdesaan cenderung pada
kelas tengah.
- ketentuan kasta dan contoh perilaku.
Mobilitas Sosial.
Mobilitas berkaitan dgn
perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasinya
kelembagaan-kelembagaan.
- banyak penduduk yg pindah kamar atau
rumah
- waktu yg tersedia bagi penduduk kota
untuk bepergian per satuan
- bepergian setiap hari di dalam atau di
luar
- waktu luang di kota lbih sedikit
dibandingkan di daerah perdesaan Interaksi Sosial.
- masyarakat pedesaan lebih sedikit
jumlahnya
- dalam kontak sosial berbeda secara
kuantitatif maupun secara kualitatif
Pengawasan
Sosial
Di kota pengawasan
lebih bersifat formal, pribadi dan peraturan lbh menyangkut masalah pelanggaran.
Pola
Kepemimpinan
Menentukan kepemimpinan
di daerah perdesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari
individu dibandingkan dengan kota.
Standar
Kehidupan
Di kota tersedia dan
ada kesanggupan dalam menyediakan kebutuhan tersebut, di desa tidak demikian.
Kesetiakawanan
Sosial
Kesetiakawanan sosial
pada masyarakat perdesaan dan perkotaan banyak ditentukan oleh masing-masing
faktor yang berbeda.
Nilai
dan Sistem Nilai
Nilai dan system nilai
di desa dengan di kota berbeda dan dapat diamati dalam kebiasaan, cara dannorma
yang berlaku.
Hubungan
desa dan kota
Masyarakat pedesaan dan
perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain.
Bahkan terdapat hubungan uang erat, bersifat ketergantungan, karena saling
membutuhkan.
Kota tergantung desa
dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan, desa juga merupakan
tenaga kasar pada jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota.
Sebaliknya, kota
menghasilkan barang-barang yg juga diperlukan oleh orang desa, kota juga
menyediakan tenaga-tenaga yang melayani bidang-bidang jasa yg dibutuhkan oleh
orang desa.
Aspek
positif dan aspek negatif
1. Aspek positif interaksi
desa-kota
a. Pengetahuan penduduk desa
meningkat.
b. Pengeeeetahuan penduduk desa
tentang pertanian meningkat, karena adanya sistim tekhnologi.
c. meningkatkan hubungan social
ekonomi desa dan kota karena kemudahan sarana transportasi.
d. Adanya guru dari kota yang
menjadi penggerak pembangunan desa Dsb.
2. Aspek
negatif interaksi desa-kota
a. Penetrasi kebudayaan kota ke
desa yang kurang sesuai dengan tradisi
budaya
desa
b. Perluasan kota dan masuknya
orang berharta ke desa sehingga
menggubah
tata guna lahan desa
c. Daya tarik kota dalam berbagai
bidang menyebabkan tenaga potensial di
desa
kurang.
d. Muncul masalah baru
(pengangguran, tuna wisma,kejahatan,masalah
pangan
maupun lingkungan).