Latest Post

8 Waktu Terbaik Bagi Otak

| Senin, 04 Oktober 2010
Baca selengkapnya »
Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Banyak yang menduga hanya energi atau berat badan yang dapat berfluktuasi selama satu hari. Padahal otak manusia juga memiliki irama tersendiri dan ada waktu-waktu terbaiknya. Kapan saja waktu brilian untuk melakukan aktivitas tertentu?

Seperti dikutip dari Health.MSN, Senin (4/10/2010) ada 8 waktu tertentu yang mana seseorang bisa menjadi brilian dalam melakukan tugas-tugasnya, yaitu:

Jam 7-9 pagi: Saat terbaik untuk meningkatkan semangat dan gairah
"Waktu tersebut merupakan saat yang sempurna untuk meningkatkan ikatan dengan pasangan ketika baru bangun tidur," ujar Ilia Karatsoreos, PhD, ahli saraf dari Rockefeller University.

Hal ini karena kadar hormon oksitosin (hormon cinta) berada di level tertinggi setelah bangun tidur. Waktu ini merupakan saat yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan orang-orang yang paling penting dalam hidup. Peneliti Inggris menuturkan bahwa kadar oksitosin pada laki-laki akan berangsur-angsur menurun seiring berjalannya waktu.

Jam 9 pagi sampai 11 siang: Saat terbaik untuk kreativitas
Pada waktu tersebut otak memiliki hormon kortisol (hormon stres) yang cukup, sehingga dapat membantu memfokuskan pikiran dan hal ini tidak dipengaruhi oleh usia berapapun.

Saat ini merupakan waktu yang prima untuk belajar serta mengerjakan tugas yang membutuhkan analisa dan konsentrasi. Karena itu saatnya mengembangkan ide baru, membuat presentasi atau melakukan brainstorming.

Jam 11 sampai jam 2 siang: Saat terbaik untuk melakukan tugas yang sulit
Peneliti Jerman menuturkan saat tersebut hormon melatonin (hormon tidur) telah menurun tajam, sehingga tubuh lebih siap untuk mengerjakan beban proyek atau pekerjaan yang sulit dan keras.

Namun sebaiknya tetap tidak melakukan beberapa tugas secara bersamaan, karena akan membuat seseorang kehilngan konsentrasi. Karena itu saatnya melakukan presentasi atau melakukan tugas yang berat lainnya.

Jam 2-3 siang: Saat terbaik untuk beristirahat
Untuk mencerna makan siang, maka tubuh akan menarik darah dari otak ke perut, kondisi ini akan membuat asupan darah atau oksigen ke otak sedikit berkurang yang membuat seseorang jadi mengantuk. Untuk itu cobalah beristirahat sebentar dari pekerjaan.

Jika tetap harus bekerja dan melawan kantuk, cobalah berjalan-jalan sebentar, melakukan meditasi atau minum air putih. Hal ini bisa meningkatkan volume vaskuler dan sirkulasi sehingga meningkatkan aliran darah ke otak.

Jam 3 siang sampai 6 sore: Saat terbaik untuk kolaborasi
"Pada saat sekarang otak akan merasa sangat lelah," ujar Paul Nussbaum, PhD, seorang neuropsikolog klinis. Karena itu tak ada salahnya untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja atau melakukan kegiatan yang berbeda. Meskipun otak tidak setajam waktu sebelumnya, tapi seseorang akan merasa lebih santai dan tekanan tubuhnya juga lebih rendah.

Jam 6 sore sampai 8 malam: Saat terbaik untuk melakukan tugas-tugas pribadi
Diantara jam tersebut, peneliti menemukan bahwa otak sudah masuk dalam tahap 'pemeliharaan', yaitu ketika produksi melatonin masih berada di level rendah.

Tak ada salahnya untuk berjalan-jalan seorang diri atau bersama teman-teman, menyiapkan makan malam atau menikmati waktu yang berkualitas bersama anggota keluarga.

Jam 8-10 malam: Saat terbaik untuk bersantai
Pada saat ini ada transisi dari kondisi terjaga menjadi mengantuk, karena kadar hormon melatonin akan meningkat cepat. Sementara itu kadar serotonin (neurotransmitter yang berhubungan dengan semangat) akan memudar.

Rubin Naiman, PhD spesialis masalah tidur dari University of Arizona's Center for Integrative Medicine menuturkan sekitar 80 persen serotonin akan dirangsang dari paparan sinar matahari, sehingga jika matahari tenggelam kadar dalam dalam tubuh juga berkurang.

"Pada malam hari ketika otak sudah lelah, merupakan cara terbaik untuk membuat tubuh menjadi santai seperti menonton film lucu, merajut atau melakukan hal-hal yang bisa membuat tubuh santai atau rileks," ujar Naiman.

Jam 10 malam ke atas: Saat terbaik untuk tidur dan menuda segala kegiatan
Saat ini merupakan waktunya istirahat malam dan tidur, pengaturan cahaya akan dapat membantu membiarkan otak beristirahat. Setelah beberapa jam, otak akan siap kembali untuk memulai aktivitas baru.

Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup sebanyak 7-8 jam, sehingga bisa mendapatkan kesehatan dan energi yang optimal di pagi hari.

8 Waktu Terbaik Bagi Otak

Posted by : Unknown on :Senin, 04 Oktober 2010 With 0komentar

Kondom, Dibenci tapi Dicari??

|
Baca selengkapnya »


Merry Wahyuningsih - detikHealth

Jakarta, Banyak pria yang membenci alat kontrasepsi yang satu ini karena takut menurunkan sensasi saat sedang bercinta dan repot memakainya. Sementara banyak wanita yang masih malu-malu meminta pasangannya untuk memakai kondom agar terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan.

Selama bertahun-tahun kondom menjadi pekerjaan rumah besar bagi para produsennya. Ada PR bagaimana menjadikan kondom sebagai alat yang aman dalam melakukan hubungan seks tanpa harus menurunkan sensasinya.

Kondom dibenci tapi juga dicari. Kondom tidak hanya berfungsi sebagai kontrasepsi tapi yang kini menjadi alasan utama lainnya adalah untuk mencegah infeksi menular seksual.

Kondom kini menjadi alat wajib untuk 'bercinta' jika pasangan ingin menunda kehamilan atau mencegah penyakit seks menular.

Dunia kondom pun terus berputar hingga muncul inovasi-inovasi baru dari alat berbahan karet ini agar pria lebih tertarik menggunakan kondom.

Kondom yang terbuat dari bahan lateks atau poliuretan kini digunakan untuk melindungi orang dari penyakit menular seksual (PMS) seperti AIDS, syphilis dan lainnya.

Dilansir dari Foxnews, Senin (4/10/2010), ada 7 inovasi baru yang terdapat pada kondom:

1. Rasa
Sejalan dengan perkembangannya, kondom kini tersedia dengan berbagai rasa. Tidak hanya berbagai rasa buah, beberapa merek kondom bahkan juga menyediakan rasa coklat dan rasa makanan lainnya.

2. Bertekstur
Pria dan wanita banyak yang mengeluhkan tentang hilangnya sensasi saat menggunakan kondom. Tapi dengan inovasi baru, kondom kini hadir dengan berbagai tekstur, misalnya berbintik-bintik, sehingga lebih menyenangkan bagi penggunanya.

3. Glow in the dark
Sebelumnya, Anda harus mencari tempat yang terang untuk dapat menggunakan kondom dengan benar. Tapi kondom tersedia dengan inovasi glow in the dark, sehingga memudahkan Anda menggunakannya meski dalam keadaan gelap.

4. Tipis dan aman
Ada anggapan bahwa menggunakan kondom yang tipis sangat tidak aman karena berisiko sobek atau bocor. Tapi kini hal itu tidak terjadi lagi. Meski tipis, kini kondom didesain dengan jaminan keamanan yang tinggi, sehingga pasangan yang menggunakannya tetap merasa aman dan tidak akan kehilangan sensasi dalam berhubungan seksual.

5. Pelumas
Sebelumnya, banyak pria yang harus melumasi kondom terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seksual. Tapi kini sudah ada kondom yang menyediakan pelumas (lubrikasi) baik di dalam maupun di luar permukaan kondom.

6. Daya tahan tinggi
Merek kondom tertentu juga menawarkan daya tahan yang tinggi, yang memungkinkan Anda melakukan hubungan seksual lebih lama dengan perasaan tetap aman dan tidak khawatir kondom akan bocor atau sobek.

7. Bentuk yang kreatif
Sebelumnya, kondom hanya tersedia dengan bentuk yang itu-itu saja. Tapi dengan inovasi baru, kini kondom tersedia dengan berbagai bentuk yang kreatif. Ini memungkinkan Anda dan pasangan merasakan sensasi berhubungan seksual yang berbeda.

Selain itu ada 3 inovasi 'aksesoris' kondom antara lain:

1. Mudah dibawa
Kini kondom didesain dan dibungkus dengan gaya yang lebih moderen, yang memungkinkan wanita untuk membawanya di dalam tas tanpa khawatir orang menemukannya sebagai kondom.

2. Kondom kotak
Jangan dibayangkan bahwa kondom ini benar-benar berbentuk kotak atau balok. Kotak yang dimaksudkan adalah paket kondom yang berisi 7 buah dan Anda tidak akan sadar bahwa kotak ini adalah tempat kondom.

3. Lovebuckle (sabuk kondom)
Ini bukan kondom bagi pasangan yang pemalu. Lovebuckle merupakan sabuk atau gesper yang berisi kondom yang dapat disembunyikan sehingga tidak mudah diketahui oleh orang lain.

Setidaknya saat ini ada 3 perusahaan terbesar dunia yang memproduksi kondom berinovasi adalah:

1. Lifestyles
Perusahaan ini menawarkan kondom baru yang disebut New SKYN terbuat dari polyisoprene, bahan non-lateks yang dikenal lembut dan fleksibel. Perusahaan ini juga menjual kondom Triple Pleasure yang bergaris, bergerigi dan berbentuk unik, serta sedikit pelumasan.

2. Trojan
Kondom jenis Fire and Ice yang memiliki pelumas baik di dalam dan luar, dapat memberikan sensasi yang berbeda bagi kedua pasangan. Perusahaan ini juga menawarkan 'comfort shape' yang didesain untuk bebas bergerak dan juga daya tahan tinggi.

3. Durex
Perusahaan ini telah meluncurkan serangkaian jenis kondom, termasuk kondom yang dilengkapi dengan vibrator dengan cincin yang fleksibel untuk dikenakan selama seks. Hal ini dapat membantu mempertahankan ereksi pada pria dan memberikan sensasi pada wanita.

Durex juga memproduksi desain pleasure curve. Ini digunakan dengan kurva menghadap ke bawah dan ujung reservoir ke tulang rusuk, menghadap ke atas. Desain ini membuat kondom lebih fleksibel, bebas untuk bergerak, tetapi tidak longgar.

Kondom, Dibenci tapi Dicari??

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: “aku turut bahagia untukmu.”

| Jumat, 25 Juni 2010
Baca selengkapnya »
        Suatu saat seorang laki-laki pernah bilang pada kekasihnya ” Kamu harus selalu doain hubungan kita agar selalu langgeng dan kita dipersatukan”. Tapi si gadis berkata ” Aku tidak pernah mendoakan hubungan kita agar kita dipersatukan tetapi aku selalu berdoa ” Tuhan Engkau berikan kebahagiaan buat kami berdua,berikan kami jodoh yang dapat membahagiankan kami. Apabila suatu saat dia menikah semoga dia bahagia meskipun tidak bersamaku,karna kebahagiaan dia adalah kebahagiaanku juga,begitu juga sebaliknya”.

Kalimat tersebut membuat kekasihnya terharu, dia tidak menyangka berkata demikian. Betapa kagumnya dan seberapa besar pengorbanan cinta yang di berikan kepadanya.

” Aku selalu menghargaimu,bahkan jika kamu tidak memilih aku, aku juga turut bahagia jika kamu bahagia bersama pilihannmu, karna kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga. Cinta hanya sebatas kata tapi makna yang terkandung didalamnya banyak orang yang tidak mengerti. Ada sebuah cerita begini,
Suatu saat burung jatuh cinta kepada mawar putih, burung pun berusaha mengungkapkan perasaaannya, tetapi mawar putih berkata,’ aku tidak akan pernah bisa mencintaimu’. Burung tak pernah menyerah, setiap hari dia datang untuk bertemu mawar putih. Akhrirya mawar putih pun berkata, aku mencintaimu jika kamu dapat merubah aku jadi mawar merah. Dan suatu hari burung pun datang kembali, ia memotong sayapnya dan meyebarkan darahnya pada mawar putih hingga berubah jadi mawar merah. Akhirnya mawar pun sadar seberapa besar perjuangan burung untuk mencintainya, tapi semua sudah terlambat karna burung tak akan kembali lagi kedunia dan mengepakkan sayapnya saat mawar merasa kepanasan. Burungpun menghilang untuk selamanya. Maka hargailah siapa pun yang mencintaimu sebelum dia pergi meninggalkanmu, seperti diriku mencintaimu’. Tutur kata tersebut membuat laki-laki semakin terharu.

Si Gadis tidak pernah berhenti bercerita, dia juga bercerita,

” Seorang laki-laki ingin mendaki gunung bersama teman-teman sekantornya ke suatu daerah yang begitu dingin dan tinggi. Si gadis minta bunga Sejati atau abadi atau Edelweis. (Tumbuhan yang bunganya sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian ini sekarang dikategorikan sebagai tanaman langka.) Konon katanya bunga itu tumbuh di daerah cuaca yang sangat dingin. hanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang amat berat. Ditambah lagi dengan adanya larangan membawa pulang bunga ini. ‘Pokoknya kamu harus bawain bunga itu buat aku, baru ku kasih ijin mendaki’, maka si laki-laki pun menyetujui permintaanya. Singkat cerita setelah sampai diatas gunung dia teringat bunga tersebut, dia mencari kemana-mana tetapi tak kunjung dapat, disaat dia putuskan untuk berhenti mencari, akhirnya dari kejauhan terlihat bunga tersebut, tetapi tempatnya sangat terjal, hati kecilnya berkata itu pasti tidak bisa diambil, tetapi demi kekasihnya dengan segala usaha dia berusaha mengambilnya. Kenyataan tidak berkata demikian, sambil memikirkan kekasihnya marah kalau tidak membawakan bunga, batu yang di injaknya pun tiba-tiba jatuh bersama dirinya dan setangkai bunga di genggamannya. Maka jangan pernah memaksakan cinta, cinta tidak boleh dipaksa berdasarkan kehendak seseorang, tidak boleh arogan, tidak ada yang ditakutkan atau saling segan, dasarnya adalah kejujuran keterbukaan. ”

Sambil meneteskan air mata perempuan berkata ” Aku bahagia bersamamu, aku juga bahagia jika tidak bersamamu asal kamu bahagia bersama jodohmu, pun juga jika suatu saat aku demikian. karna kamu adalah malaikat baikku yang di turunkan Tuhan untuk merubah sifat dan tingkah lakuku,rasa angkuh,egois,dan apapun itu yang kamu dengar dari orang. Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: ’aku turut bahagia untukmu.’
Terima Kasih Cinta. ” Si gadis pun mengakhiri ceritanya

“ Cinta hampir selalu dicampuri oleh rasa ingin memiliki, bahkan menguasai. Padahal, sebuah hubungan yang sehat, apapun bentuk dan tingkat kedalamannya, seperti ibarat menggenggam pasir. Jika pasir itu digenggam dengan tangan terbuka, setiap butirannya akan bertahan di telapak tangan. Begitu kita menggenggamnya kuat-kuat, justru karena tak ingin kehilangan sebutir pun, butir demi butir akan “melarikan diri” dari sela jemarimu. Sementara butiran yang terjebak tak bisa meloloskan diri, mulai menebar perih di telapak tanganmu, dan pada akhirnya, tak pilihan lain kecuali melepasnya juga. ”

HUKUM ORGANISASI INTERNASIONAL Tentang ASEAN CHARTERED

| Senin, 12 April 2010
Baca selengkapnya »
  1. LATAR BELAKANG
                Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mencatat sejarah baru dengan ditandatanganinya ASEAN Charter (Piagam ASEAN) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-13 ASEAN di Singapura, Selasa (20/11). Piagam ASEAN tersebut diteken oleh 10 pemimpin negara anggota ASEAN, termasuk Myanmar. Kesepuluh kepala negara atau kepala pemerintahan ASEAN yang membubuhkan tanda tangan pada Piagam ASEAN itu adalah Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei Darussalam), PM Hun Sen (Kamboja), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Indonesia), PM Bouasone Bouphavanh (Laos), Abdullah Ahmad Badawi (Malaysia). Selanjutnya, PM Thein Sein (Myanmar), Gloria Maccapagal Arroyo (Filipina), PM Surayud Chulanont (Thailand), PM Nguyen Tan Dung (Vietnam), dan PM Lee Hsien Loong (Singapura).

                Padahal sebelumnya sejumlah pihak mengkhawatirkan PM Myanmar tidak akan ikut menandatangani dokumen tersebut dikaitkan dengan kondisi politik yang memanas di dalam negeri negara itu.

                Selain Piagam ASEAN, juga ditandatangani tiga deklarasi yaitu cetak biru ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN Declaration on the 13th Session of the Conference on Climate Change (UNFCCC), dan Conference of Parties Serving as the Meeting of the Parties (CMP) to the Protocol Kyoto Protocol

                Upacara penandatanganan disaksikan sejumlah menteri dari masing-masing negara dan liput sekitar 100 orang media cetak dan elektronik. Usai penandatanganan, para kepala negara melakukan acara bersulang (toast), yang disambut tepuk tangan para hadirin. Selanjutnya para kepala negara melakukan sesi foto bersama, dilanjutkan dengan foto bersama dengan para menteri luar negeri, dan anggota The Eminent Persons Group (EPG) and Members of High Level Taskforce (HTLF).
 
Tonggak Sejarah

                Piagam ASEAN disebut tonggak sejarah baru karena baru dimiliki ASEAN setelah 40 tahun berdiri. Piagam ASEAN merupakan dokumen yang diharapkan akan mentransformasikan ASEAN dari sebuah asosiasi menjadi suatu organisasi regional yang memiliki leader personality, dan mekanisme dan struktur organisasi yang lebih jelas. Salah satu organ ASEAN yang akan dibentuk sesuai piagam ini adalah Badan HAM ASEAN

                Piagam itu terdiri dari pembukaan, 13 bab, dan 55 pasal. Pasal-pasalnya menegaskan kembali prinsip-prinsip yang tertuang dalam seluruh perjanjian, deklarasi, dan kesepakatan ASEAN

                Dalam penyusunan piagam itu, Indonesia telah menunjukkan kepemimpinannya dalam mendorong disepakatinya hal-hal penting seperti prinsip demokrasi, good governance, dan perlindungan HAM. 

SEJARAH BERDIRINYA ASEAN
      
ASEAN adalah kepanjangan dari Association of South East Asia Nations. ASEAN disebut juga sebagai Perbara yang merupakan singkatan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. Gedung sekretarian ASEAN berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia. ASEAN didirikan tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. ASEAN diprakarsai oleh 5 menteri luar negeri dari wilayah Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura :
1. Perwakilan Indonesia : Adam Malik
2. Perwakilan Malaysia : Tun Abdul Razak
3. Perwakilan Thailand : Thanat Koman
4. Perwakilan Filipina : Narcisco Ramos
5. Perwakilan Singapura : S. Rajaratnam
Sedangkan terdapat negara-negara lain yang bergabung kemudian ke dalam ASEAN sehingga total menjadi 11 negara, yaitu :
1. Brunei Darussalam tangal 7 Januari 1984
2. Vietnam tangal 28 Juli 1995
3. Myanmar tangal 23 Juli 1997
4. Laos tangal 23 Juli 1997
5. Kamboja tangal 16 Desember 1998
Prinsip Utama ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN digariskan seperti berikut:
  1. Menghormati kemerdekaan, kesamaan, integritas dan identitas nasional semua negara
  2. Setiap negara memiliki hak untuk menyelesaikan permasalahan nasionalnya tanpa ada campur tangan dari luar
  3. Penyelesaian perbedaan atau perdebatan antar negara dengan aman
  4. Menolak penggunaan kekuatan dan kekerasan
  5. Meningkatkan kerjasama yang efektif antara anggota
ASEAN dikukuhkan oleh lima negara pengasas; Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di Bangkok Proses pembentukan ASEAN dibuat dalam sebuah penandatanganan perjanjian yang dikenal dengan nama “Deklarasi Bangkok”. Adapun yang bertanda tangan pada Deklarasi Bangkok tersebut adalah para menteri luar negeri saat itu, yaitu Bapak Adam Malik (Indonesia), Narciso R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand). Pada tanggal 8 Januari 1984, seminggu setelah mencapai kemerdekaannya, negara Brunei masuk menjadi anggota ASEAN. 11 tahun kemudian, tepatnya tanggal 28 Juli 1995. Laos dan Myanmar menjadi anggota dua tahun kemudianya, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja sudah menjadi anggota ASEAN bersama sama Myanmar dan Laos, Kamboja terpaksa menarik diri disebabkan masalah politik dalam negara tersebut. Namun, dua tahun kemudian Kamboja kembali masuk menjadi anggota ASEAN pada 30 April 1999.
LOGO ASEAN

Logo ASEAN membawa arti ASEAN yang stabil, aman, bersatu dan dinamik. Warna logo ada 4 yaitu biru, merah, putih dan kuning. Warna tersebut merupakan warna utama lambang negara-negara ASEAN. Warna biru melambangkan keamanan dan kestabilan. Merah bermaksud semangat dan dinamisme sedangkan putih menunjukkan ketulenan dan kuning melambangkan kemakmuran. Sepuluh tangkai padi melambangkan cita-cita pelopor pembentuk ASEAN di Asia Tenggara, yaitu bersatu dan bersahabat. Bulatan melambangkan kesatuan ASEAN.

B.      TUJUAN DIBENTUKNYA PIAGAM ASEAN (ASEAN CHARTERED).
                Tahun 2007 bisa dikatakan bersejarah bagi ASEAN. Kawasan ini memiliki tampilan baru. Ada harapan ASEAN akan terstruktur dan tersistematis.
                Semua itu ditandai dengan ditandatanginya Piagam ASEAN (ASEAN Charter) sebagai kerangka “konstitusi bersama” ASEAN.
                Keberadaan sebuah piagam agar bisa lebih mengikat negara-negara anggota sebenarnya sudah cukup lama dikumandangkan di kalangan pemikir ASEAN. Akan tetapi, baru pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN tahun 2003 di Bali, keinginan ASEAN untuk memiliki sebuah piagam bersama itu mulai dikonkretkan.
                Ibarat sebuah perusahaan yang harus memiliki status hukum yang jelas, apakah itu perseroan terbatas (PT) atau perusahaan dagang (PD), ASEAN sebagai organisasi regional yang sudah berusia 40 tahun ini memang sudah seharusnya punya status hukum. Idealnya, dengan adanya status hukum itu, ASEAN lebih punya keleluasaan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, khususnya kalangan pebisnis. Dia (ASEAN) juga bisa memiliki aset, visi, dan misi, serta alat/perangkat untuk mewujudkan visi dan misinya tersebut.
                Piagam ASEAN memang tidak otomatis akan mengubah banyak hal di ASEAN. Malah, piagam itu sesungguhnya makin mengekalkan banyak kebiasaan lama. Misalnya, pengambilan keputusan di ASEAN tetap dengan cara konsensus dan KTT ASEAN menjadi tempat tertinggi untuk pengambilan keputusan jika konsensus tidak tercapai atau jika sengketa di antara anggota terjadi.
                Meski demikian, piagam tersebut hadir di saat yang pas, yaitu ketika kawasan Asia Tenggara ini terus berubah dan negara-negara ASEAN semakin memperluas cakupan kerja sama yang lebih kukuh ke Asia Timur (Jepang, Korea Selatan, dan China), Asia Tengah (India), serta ke selatan (Australia dan Selandia Baru). Juga, KTT Asia Timur yang diselenggarakan beriringan dengan KTT ASEAN.
Tujuan dibentuknya Piagam Asean adalah sebagai berikut
1.             Permudah kerja sama
                Adanya Piagam ASEAN secara organisatoris akan membuat negara anggota ASEAN relatif akan lebih terikat kepada berbagai kesepakatan yang telah dibuat ASEAN. Secara teoretis, piagam itu akan semakin mempermudah kerja sama yang dibuat ASEAN dengan mitra-mitra dialognya.
                Jika pada masa lalu mitra ASEAN terkadang mengeluh bahwa kesepakatan yang telah dibuat dengan ASEAN ternyata hanya dilaksanakan dan dipatuhi oleh beberapa negara anggota ASEAN, kini kekhawatiran itu bisa dikurangi.
                Mekanisme kerja yang lebih jelas di ASEAN seperti tertuang dalam Piagam ASEAN itu juga akan mempermudah mitra-mitra atau calon-calon mitra yang ingin berurusan dengan ASEAN. Begitu pula bila di kemudian hari terjadi persengketaan, Piagam ASEAN telah membuat pengaturan umum untuk penyelesaian sengketa itu.
                Lebih penting lagi secara politis, ASEAN kini menegaskan dirinya sebagai organisasi yang menghormati serta bertekad untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan nilai-nilai demokrasi. Piagam meminta ASEAN menghargai HAM.
                Meski saat ini pelaksanaan kedua hal itu masih jauh dari ideal, setidaknya ASEAN sudah mengakui bahwa penghormatan atas HAM dan demokrasi sebagai nilai-nilai dasar, sama seperti umumnya negara maju. Dengan demikian, hambatan psikologis untuk bekerja sama dengan negara-negara ASEAN seperti sering terdengar selama ini dari beberapa negara maju, setidaknya sudah bisa dikurangi meski hambatan belum sepenuhnya bisa dihapuskan.
2.             Tantangan internal
                Keberhasilan ASEAN melahirkan sebuah piagam bersama tidak otomatis bermakna ASEAN yang semakin solid. Tantangan terbesar justru berada di lingkungan internal ASEAN sendiri, khususnya bagaimana agar benar-benar bisa mengimplementasikan piagam itu sehingga ASEAN menjadi kekuatan yang menyatu dan tidak terpecah belah.
                Bagaimanapun, kehadiran Piagam ASEAN, yang di dalamnya mengharuskan para anggota mematuhi apa-apa yang sudah diputuskan bersama oleh ASEAN, akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak. Mereka ini sebenarnya menaruh keberatan atas keputusan bersama itu. Meski demikian, Piagam ASEAN memang telah didesain sedemikian rupa sehingga tidak terlalu keras terhadap para anggotanya yang belum bisa menaati kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat.
                Celah-celah untuk kompromi yang sering kali diistilahkan banyak kalangan sebagai cara ASEAN (the ASEAN way) masih banyak diakomodasi di dalam piagam tersebut. Di bidang ekonomi, misalnya, Piagam ASEAN menjamin hak negara-negara anggota untuk berpartisipasi secara fleksibel dalam pelaksanaan komitmen-komitmen ekonomi di ASEAN. Begitu pula dalam pelaksanaan prinsip-prinsip “politik” ASEAN, seperti khususnya demokrasi dan penghormatan dan jaminan atas hak-hak asasi manusia, asas yang fleksibel tetap dipertahankan.
                Satu hal penting dalam Piagam ASEAN yang memang sudah selayaknya dilakukan adalah menjadikan organisasi ini sebagai organisasi yang berorientasi pada rakyat atau bukan organisasi birokrat semata. Dengan demikian, dibuka bahkan didorong kesempatan lebih besar kepada warga masyarakat ASEAN untuk berinteraksi satu sama lain dengan lebih intens.
                Pergaulan rakyat ASEAN di kawasan regional dan internasional itu tentu akan berkontribusi positif kepada kerja sama ASEAN dengan mitra-mitranya di seluruh kawasan.
3.             Langkah paling maju
Ada tiga rencana ASEAN yang dituliskan di piagam itu. Tiga hal itu adalah menginginkan lahirnya Komunitas Ekonomi ASEAN, Komunitas Keamanan ASEAN, dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN.
                Jangan skeptis dulu dengan rencana pembentukan komunitas itu. Atau jangan melihat realitas sekarang jika ingin menilai prospek pembentukan tiga jenis komunitas itu. ASEAN bisa saja tidak terlihat berwibawa, melihat realitas sekarang, dengan mayoritas anggotanya punya masalah tersendiri yang tergolong berat. Beberapa di antaranya bahkan masih tergolong negara paria.
                Sesungguhnya, rencana pembentukan komunitas itu merupakan refleksi dari tajamnya visi para pemikir ASEAN. Piagam itu disusun para pakar atau figur terkenal di ASEAN. Wakil dari Indonesia adalah mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas.
                Mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas terkesan jengkel dengan analisis pengamat yang relatif selalu skeptis melihat ASEAN. “Mereka itu kadang genit, ya,” demikian kalimat lucu dari Ali Alatas mengomentari piagam yang disambut dingin oleh pengamat.
4.             Piagam merefleksikan pandangan jauh ke depan.
                Bahkan, piagam secara tersirat akan membuat ASEAN malu jika tidak bisa memenuhinya di kemudian hari. Inilah sumbangsih para pemikir ASEAN. Ini merupakan bukti bahwa para pakar ASEAN tidak dungu, tetapi punya sudut pandang yang strategis menuju masa depan.
                Hal ini diperkuat lagi dengan rencana pemerintah ASEAN, yang pada November lalu, di Singapura, sudah menandatangani deklarasi pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Bahkan, pada tahun 2008 sudah ada langkah untuk mewujudkan komunitas ekonomi ini. Tujuan akhirnya adalah aliran barang, jasa, warga yang relatif lebih bebas di ASEAN.
                Ini strategis mengingat contoh empiris, negara kaya di dunia menjadi makmur karena mobilitas itu. Para teknokrat ekonomi dan para figur terkenal ASEAN sudah memberi contoh soal penyusunan langkah ke depan.
                Sekarang ini, eksekusinya ada di lingkungan pemerintah di ASEAN yang sarat problem, bahkan masih suka menyiksa rakyat.
                Apakah junta Myanmar tahu piagam, atau lebih percaya piagam ketimbang paranormal? Ini hanya contoh kecil. Tetapi sudahlah, semoga waktu akan mengubah perangai dan perilaku sebagian pemerintahan di ASEAN, yang juga masih sering sekadar berkomitmen dan tidak bertindak nyata. Setidaknya mereka masih mau menorehkan sejarah baru dengan menandatangani Piagam ASEAN dan juga cetak biru Komunitas Ekonomi ASEAN 2015
5.             Strategis
                Piagam itu sendiri dinilai strategis karena akan menjadi landasan hukum yang menjamin integrasi politik, sosial, ekonomi, budaya, keamanan, demokratisasi, perlindungan hak asasi, dan pelestarian lingkungan.
                Pembuatan piagam merupakan terobosan penting dalam sejarah ASEAN, yang selama 40 tahun lebih bersifat peguyuban. Dalam menghadapi tantangan 40 tahun kedua, ASEAN memang membutuhkan pijakan hukum yang lebih jelas dalam membangun blok politik dan ekonomi.

HUKUM ORGANISASI INTERNASIONAL Tentang ASEAN CHARTERED

Posted by : Unknown on :Senin, 12 April 2010 With 0komentar

Kekuatan Hukum Organisasi ASEAN Lemah

|
Baca selengkapnya »
berita diambil dari situs www.hukumonline.com

  Tanpa ada mekanisme penyelesaian institusional yang jelas, ASEAN tidak mempunyai posisi tawar yang bagus di mata internasional. Hubungan bilateral di bidang hukum pun tidak selalu berjalan mulus.
Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS), Edy Prasetyono mengatakan ASEAN sulit mempunyai kekuatan hukum atau legal standing yang kuat di mata internasional. Di PBB, negara-negara ASEAN masih dipandang secara parsial. PBB dan lembaga internasional lainnya kecenderungannya tidak memandang ASEAN secara organisasi.

  “Lembaga internasional cenderung memandang negara-negara ASEAN secara terpisah, bukan secara institusi kumpulan negara kawasan. Itu akan berimplikasi pada hubungan diplomatik secara hukum,” ujarnya saat ditemui dalam acara ”Diskusi Pergolakan Demokrasi di Asia Tenggara: Aspek Politik, Keamanan dan Diplomasi”, dan Peluncuran Buku Dewi Fortuna Anwar ”Indonesia at Large”.
   Lebih lanjut Edy mengatakan, ASEAN –yang Agustus tahun depan memasuki usia yang ke-40 didirikan — hanya menggunakan Deklarasi Bangkok tahun 1967. Deklarasi menurut Edy, statusnya tidak mengikat. Sehingga itu menjadikan negara-negara ASEAN dalam hukum internasional tidak mempunyai satu suara, hanya dipandang secara parsial, kecuali untuk kasus-kasus yang sifatnya politis seperti kasus Kamboja. Posisi negara-negara di kawasan ASEAN pada saat itu bersama-sama mencari strategi menyingkirkan Vietnam Utara lawan dari Vietnam.
 ”Tapi penyerangan (Vietnam–maksudnya) itu secara hukum tidak dianggap hasil kumpulan kerja sama ASEAN, tapi lebih secara individual negara yang secara kebetulan berbarengan menyerang,” ujarnya. Kepala Deputi Ilmu Sosial dan Humanitas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dewi Fortuna Anwar, yang berbicara dalam acara yang sama mengatakan bahwa perjanjian bilateral memegang peranan yang penting, akan tetapi menurut Dewi akan jauh lebih penting menyiapkan mekanisme menghadapi lingkungan internasional.
 ”Menurut saya, secara organisasi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dan World Trade Organization (WTO) lebih berkembang dibandingkan ASEAN,” ungkap Dewi yang mengatakan bahwa ASEAN saat ini sudah diluar jalur visi dan misi yang disepakati sebagai organisasi negara kawasan.
”Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan faktor leadership dan komunikasi interpersonal pemimpin negara. Kita harus mengganti mekanisme institusional, yang sayangnya sampai sekarang ASEAN belum punya,” sambung Edy yang menjelaskan bahwa selama ini kebanyakan yang terjadi adalah persoalan bilateral antara anggota ASEAN sendiri.
  Mekanisme institusional itu nantinya akan mengatur hak dan kewajiban masing-masing anggotanya, termasuk siapa saja personel yang berperan dalam perundingan internasional dan juga akan menentukan jumlah batasan suara yang disetujui untuk memutus perkara. Ketika mekanisme semacam itu tidak ada maka ASEAN tidak dapat membuat kesepakatan dengan kekuatan hukum yang kuat dan akan membuat pihak asing menjadi ragu, karena tidak ada jaminan penyelesaian hukum yang jelas. Apalagi ketik
 ”Kalau ASEAN mampu menunjukkan hal-hal semacam itu, pasti bargaining power-nya, tinggi dan negara lain mau menjalin kerja sama dengan ASEAN sebagai suatu entitas,” ujarnya.
Edy kemudian mencontohkan seperti di negara kawasan Uni Eropa untuk masalah keamanan mereka menggunakan sistem konsensus. Akan tetapi bila menyangkut hal-hal ekonomi dan finansial maka ada yang namanya diskusi di tingkat Federal yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dari pemerintahan nasional.
RUU ASEAN Charter memang sedang digodoki. ”Tapi saya pesimis dengan ASEAN Charter, karena biasanya tidak banyak perjanjian tertulis yang dibuat oleh ASEAN,” cetus Dewi.
  Edy berharap RUU tersebut bisa selesai secapatnya. Namun itu bergantung pada kesepakatan diantara negara anggota ASEAN sendiri. ”Draf ASEAN Charter itu harus dipikirkan sematang mungkin. Lebih baik target timing–nya mundur, daripada tidak membawa implikasi yang lebih baik bagi kelangsungan ASEAN di mata internasional,” cetusnya.
Mutual Legal Assistance
  Mekanisme institusional seperti itulah yang juga bisa dijadikan acuan bila ada persoalan bilateral antar negara ASEAN sendiri. Hal ini misalnya seperti pemindahan tahanan antar negara yang dialami oleh Indonesia-Singapura. Dengan negara-negara ASEAN, Indonesia sudah menandatangani ASEAN Mutual Legal Assistance (MLA) sejak dua tahun lalu. Tetapi jika Pemerintah juga menginginkan orang-orang Indonesia yang dihukum di luar negeri dikembalikan ke sini, perjanjian ekstradisi dan MLA saja tidak cukup.
  Dengan kata lain, meskipun ada kerangka MLA di tingkat regional, bukan berarti secara bilateral dua negara ASEAN mudah diimplementasikan. Tengok saja proses penyusunan perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura yang tersendat-sendat. Indonesia menginginkan perjanjian ekstradisi itu karena beberapa orang yang bermasalah secara hukum di Indonesia kabur ke negara Singa tersebut.

Kekuatan Hukum Organisasi ASEAN Lemah

Posted by : Unknown on : With 0komentar

Organisasi Antar-Parlemen ASEAN

|
Baca selengkapnya »
  Organisasi Antar-Parlemen ASEAN (bahasa Inggris: ASEAN Inter-Parliamentary Organization disingkat AIPO pertama kali diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia pada 1974 dan secara resmi didirikan pada 1977 oleh parlemen Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Badan ini didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama kerjasama antara parlemen negara-negara ASEAN.
AIPO sekarang beranggotakan:
Sumber dari Wikipedia

Organisasi Antar-Parlemen ASEAN

Posted by : Unknown on : With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲