6 Fakta Orgasme Harus Diketahui Perempuan

| Jumat, 08 April 2011
SEPERTI halnya seks, orgasme sering dianggap menyimpan misteri (kenyataannya memang demikian). Bahkan banyak perempuan yang tidak mengerti orgasme. Karena satu dan lain hal, mereka malu untuk mengetahuinya. Dan selanjutnya misteri ini akan tetap tersimpan rapi walaupun mereka telah berulang kali merasakannya.
Dalam tulisan minggu ini akan dipaparkan 6 fakta tentang orgasme, apa yang sesungguhnya terjadi pada saat itu. Sebagai perempuan selayaknya Anda tahu apa yang terjadi pada tubuh dan perasaan Anda, untuk selanjutnya sebarkan pengetahuan ini pada pasangan Anda.

Setiap Perempuan Mencapai Orgasme dengan Cara Berbeda.
Beberapa perempuan dapat mencapai orgasme hanya lewat rangsangan clitoris (clitoral stimulation), selebihnya dengan rangsangan pada G spot (atau Grafenberg spot, yang sangat sensitif, berupa kumpulan simpul saraf yang terletak 2 inchi dari depan dinding vagina). Sebagian kecil sisanya dapat mencapai orgasme dengan rangsangan pada dua daerah tersebut.
Karena tubuh dan perasaan perempuan termasuk unik, maka tidak ada bukti tertentu tentang cara yang paling tepat untuk mencapai orgasme. Pasangan lelaki hanya bisa melakukannya lewat mencobanya, trial and error.
Satu hal yang dapat Anda usahakan adalah mengerti sesungguhnya tiap-tiap sudut tubuh Anda. Bagaimana titik yang satu lebih sensitif dari lainnya. Anda mungkin menemukan bahwa sensasi orgasme lewat rangsangan klitoris lebih "menggetarkan" daripada rangsangan pada daerah G spot.
Atau mungkin menemukan bahwa dua-duanya mempunyai daya yang sama untuk mengantarkan orgasme. Semuanya dapat dibenarkan, dan Anda tidak perlu takut jika mendapatkan pengalaman berbeda dari teman dekat Anda.

Orgasme Tidak datang Mudah
Salah satu alasan mengapa orgasme tidak datang dengan mudah pada perempuan adalah karena perempuan membutuhkan rangsangan berbeda setiap kali melakukan hubungan seks. Perubahan kecil pada bentuk sentuhan memberikan sensasi besar pada perempuan.
Suatu saat ia membutuhkan sentuhan yang keras dan penuh tenaga, dan kadang ia membutuhkan sentuhan yang lembut dan penuh variasi. Dengan demikian, sangat penting melakukan foreplay, pemanasan menjelang hubungan seks.
Perempuan harus mencapai kondisi tertentu, relaks, untuk kemudian mencapai orgasme untuk dirinya sendiri. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan dua hal: kesiapan fisik dan mental.

Pasangan Anda Membutuhkan Arahan Anda dalam Melakukan Rangsangan
Salah satu kunci mencapai orgasme adalah komunikasi. Anda dapat melakukannya dengan bentuk apa saja, komunikasi lisan atau bahasa tubuh. Bagaimana jika pasangan tidak mengerti juga? Sangat mungkin Anda tidak melakukannya dengan benar.
Hal pertama yang harus diterima adalah menerima perbedaan fisik dan psikis, lelaki dan perempuan. Kedua perempuan harus membimbing pasangannya untuk mengetahui daerah sensitif pada tubuhnya, bahkan jika perlu Anda bisa memperagakan di depannya.
Pasangan Anda membutuhkan pengetahuan konkret, dan tentu akan lebih bijaksana jika ia mendapatkan pelajaran "anatomi" ini dari Anda daripada mendengar keterangan dari dokter.
Jika Anda malu menyampaikan informasi ini secara langsung, pilihlah saat yang paling tepat, menjelang atau setelah hubungan seks. Anda dapat mulai menceritakan tentang bagaimana rangsangan yang paling tepat untuk Anda, atau apa yang Anda rasakan saat orgasme.
Setelah sukses mencapai tahap ini, Anda dapat melanjutkan pada tahap berikutnya. Beberapa ahli terapi seks menganjurkan: Anda harus membimbing tangan pasangan untuk merangsang Anda sampai orgasme. Pada latihan kedua, Anda membimbing tangan pasangan untuk merangsang Anda sampai beberapa saat menjelang orgasme, kemudian membiarkannya menyelesaikan sendiri. Langkah ketiga adalah menyerahkan semua proses merangsang ini pada pasangan Anda.

Hubungan Seks Tidak Selalu Berarti Orgasme
Bagi perempuan, orgasme tidak hanya dicapai lewat hubungan seks. Atau sebaliknya tidak setiap hubungan seks harus diakhiri dengan orgasme (walaupun sering diidamkan demikian). Apakah ini hal yang salah? Tidak, jika Anda menyadari bahwa lelaki dan perempuan saling berbeda satu sama lain.
Lelaki menganggap hubungan seks telah selesai begitu ia ejakulasi. Sementara perempuan membutuhkan suasana dan waktu tertentu untuk mencapai orgasme.
Langkah yang paling bijaksana adalah menyadari perbedaan ini. Perempuan yang jarang mengalami orgasme selama hubungan seks tidak selalu berarti ada kekurangan pada dirinya. Lelaki biasanya menganggap jumlah orgasme sebagai prestasi (kemampuannya dalam menaklukkan perempuan), maka adalah salah jika ia memaksakan kehendaknya pada perempuan. Akan lebih baik jika ia melakukan rayuan yang romantis untuk menggiring perasaan perempuan agar ideal untuk mencapai orgasme. Tentu langkah terakhir ini pun tidak boleh dipaksakan.
Tentu ada cara-cara tertentu untuk mempermudah mencapai orgasme bagi perempuan saat berhubungan seks. Menurut para ahli, posisi perempuan di atas lebih mempermudah tercapainya orgasme karena perempuan bebas bergerak, dan dengan sendirinya bebas menentukan daerah rangsangan pada dirinya.

Tidak Setiap Orgasme Mempunyai Kualitas Sama
Seperti halnya minuman anggur, orgasme mempunyai rasa dan sensasi berbeda. Kadang Anda dapat merasakannya sebagai letupan kecil yang menghangatkan tubuh. Kadang terasa memabukkan sampai Anda baru sadar setelah terlelap semalaman.
Meskipun mempunyai kualitas berbeda, seharusnya Anda tidak memperbandingkannya, menganggapnya satu lebih baik dari lainnya. Mengapa? Karena sesungguhnya tidak mempunyai pilihan tentang apa yang akan Anda alami selanjutnya. Jika Anda menyadari ini sebagai variasi, penantian akan orgasme selanjutnya terasa lebih mendebarkan.

Emosi Biasanya Lebih Menentukan
Bagi kebanyakan perempuan, orgasme akan lebih mudah dicapai ketika hubungan batin dengan pasangannya telah terjadi. Foreplay, sekali lagi, adalah jembatan untuk mencapai suasana yang diinginkan. Kontak mata, pembicaraan yang hangat, sentuhan, pijatan, adalah beberapa usaha untuk mempersiapkan emosi.
Kondisi fisik dengan sendirinya mengikuti jika pikiran Anda telah bersedia untuk melakukannya. Saat ini semua sentuhan akan terasa manfaatnya, dan jalan ke arah orgasme tinggal selangkah lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲