Love VS Sexs

| Jumat, 08 April 2011
PARA pria mesti hati-hati saat membina tali asmara. Pasalnya, pria seringkali mencampuradukan antara cinta dan seks.

"Sebenarnya enggak cuma pria saja, tetapi para wanita juga harus waspada sebelum terikat oleh tali pernikahan. Mereka harus tahu batasan-batasan norma yang harus dilakukan," kata Dr Handrawan Nadesul saat ditemui okezone di kantor Sun Hope, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurutnya, pacaran seharusnya diisi oleh komunikasi untuk mengetahui kepribadian masing-masing. Hal ini tentu saja untuk memperoleh kecocokan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

"Sekarang yang terjadi adalah pacaran itu banyak bekerja, tetapi sedikit berbicara. Tidak ngomong-ngomong, eh ujung-ujungnya seks aja. Saya nilai itu salah," tegasnya.

Dr Handrawan menjelaskan, dalam cinta itu ada tiga elemen yakni passion, intimacy, dan commitment. Ketiga elemen ini memang harus dilalui oleh masing-masing pasangan untuk bisa mendapatkan hubungan yang indah di masa mendatang.

Pun begitu, katanya, dalam proses intimacy sebaiknya dibatasi kurun waktunya maksimal dua tahun. Hal berdasarkan survei bahwa seseorang yang mengalami jatuh cinta itu akan mencapai klimaks pada usia dua tahun hubungan. Tapi, ada catatan bahwa hubungan itu murni tanpa berbaur dengan romansa seks.

"Supaya intimacy itu murni memang tidak boleh diganggu dengan seks. Makanya kalau sudah dua tahun pacaran kok tidak ada keseriusan dari masing-masing pasangan, itu patut dipertanyakan," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲