Seks, Obat-obatan dan Software Turut Meningkatkan Spam

| Jumat, 11 Desember 2009
Berdasarkan penelitian terbaru dari Marshal diperkirakan 29% pengguna internet membeli barang-barang dari email spam.

Dari hasil penelitian tersebut terungkap barang-barang yang paling banyak dibeli yaitu pil penambah gairah seks, software, barang-barang untuk orang dewasa dan benda-benda mahal seperti jam tangan, perhiasan dan pakaian.

Penelitian yang dilakukan oleh Forrester pada tahun 2004 juga menunjukkan hal yang sama yaitu sekitar 20% dari responden mengaku membeli barang-barang dari spam.

Jumlah spam semakin hari semakin meningkat, diperkirakan sekitar 150 milyar spam beredar rutin tiap hari dan sekitar 85% email di dunia berisi spam. Peningkatan ini dipicu oleh banyaknya pembelian yang dilakukan oleh pengguna internet dari spam sehingga para pengusaha yang melakukan spam menganggap bahwa spam memang efektif bagi pertumbuhan usaha mereka.

Usaha spam sepertinya pun sekarang sudah begitu terorganisir dengan baik, si pengusaha spam cukup mencari orang yang tepat yang bisa berbuat jahat dengan mengoperasikan botnet dan mengirimkan spam sebanyak-banyaknya. Perlu diketahui bahwa 80% dari spam yang ada di dunia ini hanya berasal dari 5 botnet saja. Bayangkan jika ada lebih banyak botnet yang tentu saja akan menambah masalah baru lagi bagi para pengguna internet.

Spam memang identik dengan promosi produk suatu perusahaan/layanan namun jika para pengusaha melakukan cara jahat dengan menjadikan spam sebagai media mereka melakukan promosi maka hal itu bukanlah sikap yang terpuji. Spam menghabiskan bandwidth, sumber daya, biaya dan waktu dan spam juga saat ini telah menjadi ancaman yang sangat serius bagi para pengguna internet karena banyaknya pengiriman spam yang juga diikuti oleh pengiriman malware.

Industri spam akan semakin berkembang jika kita masih saja membeli barang-barang dari email spam. Abaikan saja dan langsung hapus jika kita menerima email-email spam yang isinya penawaran produk seks, obat-obatan, software dan yang lain-lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Next Prev
▲Top▲